Selasa, 12 November 2013

Pertama dan Spektakuler Peringatan Tahun Baru 1435 H Tk. Kab. Banyumas

Pertama dan Spektakuler Peringatan Tahun Baru 1435 H Tk. Kab. Banyumas

Peringatan Tahun Baru 1435 H Tingkat Kabupaten Banyumas dan pencanangan gerakan sadar zakat  berlangsung sangat meriah dan spektakuler. Peringatan diawali dengan penampilan Group Rebana Darunnajah STAIN Purwokerto, do’a awal tahun oleh K.H. Sobri pimpinan pondok pesantren Al Falah Tinggarjaya Jatilawang, nabuh bedug bersama di alun-alun Purwokerto dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah, do’a akhir tahun dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Achmad Husein sebagai tanda telah memasuki  tahun baru 1435 H di pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas dan dilanjutkan dengan pawai ta’aruf.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Foum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kepala Dinas/lemtekda, Camat se-Kabupaten Banyumas Lurah se-wilayah eks Kotatip Purwokerto, tokoh agama dan tidak kurang dari 3.000 santriwan dan santriwati dari kumpulan Taman Pendidikan Al Qur’an dan Madrasah Diniyah di wilayah Kabupaten Banyumas.

Pawai ta’aruf dilepas oleh Bupati Achmad Husein, turut serta mengikuti pawai ta’aruf beserta Kapolres Banyumas, Dandim 0701 Banyumas dan anggota Forkompinda lainnya, seluruh pimpinan Dinas/lemtekda, camat se-Kabuapten Banyumas, Lurah di wilayah eks Kotatip Purwokerto serta tidak kurang dari 3.000 santriwan dan santriwati dari kumpulan Taman Pendidikan Al Qur’an dan Madrasah Diniyah di wilayah Kabupaten Banyumas dan sisaksikan oleh ribuan masyarakat kota Purwokerto yang memadati sepanjang rute pawai.

Pawai ta’aruf menempuh rute start di Alun-alun Purwokerto, Jalan jenderal Soedirman, Jalan Merdeka, Jalan Gatot Subroto, Jalan masjid dan finish di Alun-alun Purwokerto dengan mengumandangkan sholawat atas Nabi Muhammmad SAW dengan diiringi berbagai peralatan music trasisional seperti music tek tek, genjring dan berbagai music berunansa keilaman lainnya.

Usai pawai Taaruf kegiatan dilanjutkan dengan menyaksikan penampilan group Qosidah Elsas dari desa Gunung Lurah Kecamatan Cilongok, Penampilan 99 santri Nasyid Santri BADKO TPQ  Kabupaten Banyumas, Penampilan musik genjring/Hadroh oelh 75 Orang, penampilan Deni Arden dari Yogyakarta, dan diakhiri pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang H. Soediro yang dipentaskan khusus di alun-alun Purwokerto.

Asiten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Ir.Tjutjun Sunarti Rochidie, M.Si selaku ketua panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan, maksud dilaksanakannya penyambutan Tahun baru 1435 H tingkat Kabupaten Banyumas adalah untuk memperkuat syiar islam dengan tujuan untuk memperkuat tali silaturahmi persaudaraan diantara umat islam. Sementara Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein dalam sambutannya menyampaikan, awalnya dirinya merasa ragu sedikit yang hadir karena hujan  akan tetapi setelah do’a awal tahun hujan menjadi reda sebagai isyarat dosa tahun lalu telah diampuni oleh Alloh SWT dan ternyata yang hadir sangat banyak .

Bupati juga menyampaikan peringatan tahun baru Hijirah diharapkan akan membawa perubahan mendasar terhadap peradaban umat manusia, perubahan dari zaman jahiliah menuju peradaban madaniah di bawah naungan cahaya illahi, dari kehidupan yang tidak memiliki peradaban ke arah kehidupan yang penuh rahmat, ampunan dan kasih sayang. Melalui momentum peringatan Tahun Baru Hijriah, Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat Banyumas untuk bekerja dengan jujur dan lurus untuk kemanfaatan Banyumas.

Terkait dengan pencangan sadar zakat, Bupati menyampaikan, gerkan zakat di Kabuapten Banyumas sudah mengalami kemajuan yang baiik dilihat dari kesadaran masyarakat yang semakin tinggi namun demikian Husein tetap mengajak masyarakat Banyumas untuk meningkatkan pembayaran zakatnya karena zakat merupakan ibadah “maaliyah ijtimaiyah”, yang memiliki posisi dan peranan yang penting dan strategis, dari sudut keagamaan, sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. sebagai faktor utama dalam pemerataan harta benda di kalangan umat islam, zakat juga merupakan sarana utama dalam menyebarluaskan perasaan senasib sepenanggungan dan persaudaraan di kalangan umat islam. dengan zakat diharapkan akan membantu dan memperbaiki taraf sosial ekonomi penerimanya, serta mempererat hubungan si kaya dan  si miskin. Peringatan tahun baru hijriah dakhiri dengan penandatangan kesanggupan membayar zakat oleh Bupati Banyumas yang berharap diikuti oleh pegawai di Kabupaten Banyumas dan dilanjutkan dengan pementasan wayang kulit oleh ki dalang H Soediro dari Purwokerto

Sumber : Bagian Humas dan Protokol Setda Kab. Banyumas

Sejarah Kabupaten Banyumas

Sejarah Kabupaten Banyumas

Kabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepatnya pada hari Jum`at Kliwon tanggal 6 April 1582 Masehi, atau bertepatan tanggal 12 Robiul Awwal 990 Hijriyah. Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas Nomor 2 tahun 1990.
Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas tidak terlepas dari pendirinya yaitu Raden Joko Kahiman yang kemudian menjadi Bupati yang pertama dikenal dengan julukan atau gelar ADIPATI MARAPAT (ADIPATI MRAPAT).

Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raja Sultan Hadiwijaya.
Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalahan paham dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo (sekarang) sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.

Kemudian salah satu diantaranya putra menantu yang memberanikan diri menghadap dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII.
Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar ADIPATI WARGA UTAMA II.

Kemudian sekembalinya dari Kasultanan Pajang atas kebesaran hatinya dengan seijin Kanjeng Sultan, bumi Kadipaten Wirasaba dibagi menjadi empat bagian diberikan kepada iparnya.
1. Wilayah Banjar Pertambakan diberikan kepada Kyai Ngabei Wirayuda.
2. Wilayah Merden diberikan kepada Kyai Ngabei Wirakusuma.
3. Wilayah Wirasaba diberikan kepada Kyai Ngabei Wargawijaya.
4. Wilayah Kejawar dikuasai sendiri dan kemudian dibangun dengan membuka hutan Mangli dibangun pusat pemerintahan dan diberi nama Kabupaten Banyumas.

Karena kebijaksanaannya membagi wilayah Kadipaten menjadi empat untuk para iparnya maka dijuluki Adipati Marapat.

Siapakah Raden Joko Kahiman itu ?
R. Joko Kahiman adalah putra R. Banyaksasro dengan ibu dari Pasir Luhur. R. Banyaksosro adalah putra R. Baribin seorang pangeran Majapahit yang karena suatu kesalahan maka menghindar ke Pajajaran yang akhirnya dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas putri Raja Pajajaran. Sedangkan Nyi Banyaksosro ibu R. Joko Kahiman adalah putri Adipati Banyak Galeh (Mangkubumi II) dari Pasir Luhur semenjak kecil R. Joko Kahiman diasuh oleh Kyai Sambarta dengan Nyai Ngaisah yaitu putrid R. Baribin yang bungsu.
Dari sejarah terungkap bahwa R. Joko Kahiman adalah merupakan SATRIA yang sangat luhur untuk bisa diteladani oleh segenap warga Kabupaten Banyumas khususnya karena mencerminkan :
a. Sifat altruistis yaitu tidak mementingkan dirinya sendiri.
b. Merupakan pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap dan tanggon.
c. Pembangkit jiwa persatuan kesatuan (Majapahit, Galuh Pakuan, Pajajaran) menjadi satu darah dan memberikan kesejahteraan ke kepada semua saudaranya.

Dengan demikian tidak salah apabila MOTO DAN ETOS KERJA UNTUK Kabupaten Banyumas SATRIA.

Candra atau surya sengkala untuk hari jadi Kabupaten Banyumas adalah "BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJA" artinya tahun 1582.
Bila diartikan dengan kalimat adalah "KEBAKTIAN DALAM UJUD KERJA SESEORANG PIMPINAN / MANGGALA MENGHASILKAN AKAN TERTATANYA ATAU TERBANGUNNYA SUATU PEMERINTAHAN".
 
 
PARA ADIPATI DAN BUPATI SEMENJAK BERDIRINYA
KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 1582
 
 1. R. Joko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)
2. R. Ngabei Mertasura (1583-1600)
3. R. Ngabei Mertasura II (Ngabei Kalidethuk) (1601 -1620)
4. R. Ngabei Mertayuda I (Ngabei Bawang) (1620 - 1650)
5. R. Tumenggung Mertayuda II (R.T. Seda Masjid, R.T. Yudanegara I) Tahun 1650 - 1705
6. R. Tumenggung Suradipura (1705 -1707)
7. R. Tumenggung Yudanegara II (R.T. Seda Pendapa) Tahun 1707 -1743.
8. R. Tumenggung Reksapraja (1742 -1749)
9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) kemudian diangkat menjadi Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.
10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1745 - 1780)
11. R.T. Tejakusuma, Tumenggung Kemong (1780 -1788)
12. R. Tumenggung Yudanegara V (1788 - 1816)
13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 -1830) Kanoman : R. Adipati Brotodiningrat (R.T. Martadireja)
14. R.T. Martadireja II (1830 -1832) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang).
15. R. Adipati Cokronegara I (1832- 1864)
16. R. Adipati Cokronegara II (1864 -1879)
17. Kanjeng Pangeran Arya Martadireja II (1879 -1913)
18. KPAA Gandasubrata (1913 - 1933)
19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 - 1950)
20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 - 1953)
21. R. Budiman (1953 -1957)
22. M. Mirun Prawiradireja (30 - 01 - 1957 / 15 - 12 - 1957)
23. R. Bayi Nuntoro (15 - 12 - 1957 / 1960)
24. R. Subagio (1960 -1966)
25. Letkol Inf. Sukarno Agung (1966 -1971)
26. Kol. Inf. Poedjadi Jaringbandayuda (1971 -1978)
27. Kol. Inf. R.G. Rujito (1978 -1988)
28. Kol. Inf. H. Djoko Sudantoko (1988 - 1998)
29. Kol. Art. HM Aris Setiono, SH, S.IP (1998 - 2008)
30. Drs. H. Mardjoko, M.M. (2008 - 2013)
31. Ir Adhmad Husein ( 2013 - sekarang)

Letak Geografis Kabupaten Banyumas

Letak Geografis Kabupaten Banyumas 

Wilayah Kabupaten Banyumas terletak di sebelah Barat Daya & merupakan bagian dari Propinsi Jawa Tengah. Terletak di antara garis Bujur Timur 108 " 39` 17`` sampai 109" 27` 15`` & di antara garis Lintang Selatan 7" 15` 05`` sampai 7" 37` 10`` yang berarti berada di belahan selatan garis khatulistiwa. Batas-batas Kabupaten Banyumas adalah :Sebelah Utara: Gunung Slamet, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang.
  1. Sebelah Selatan:  Kabupaten Cilacap
  2. Sebelah Barat: Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes
  3. Sebelah Timur: Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banjarnegara
Luas wilayah Kabupaten Banyumas sekitar 1.327,60 km2 atau setara dengan 132.759,56 ha, dengan keadaan wilayah antara daratan & pegunungan dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah Sungai Serayu untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pemukiman & pekarangan, dan seba-gian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak dilereng Gunung Slamet sebelah selatan. Bumi & kekayaan Kabupaten Banyumas masih tergolong potensial karena terdapat pegunungan Slamet dengan ketinggian puncak dari permukaan air laut sekitar 3.400M & masih aktif. Keadaan cuaca & iklim di Kabupaten Banyumas karena tergolong di belahan selatan khatulistiwa masih memiliki iklim tropis basah. Demikian Juga karena terletak di antara lereng pegunungan jauh dari permukaan pantai/lautan maka pengaruh angin laut tidak begitu tampak, namun dengan adanya dataran rendah yang seimbang dengan pantai selatan angin hampir nampak bersimpangan antara pegunungan dengan lembah dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs, dengan suhu udara berkisar antara 21,4 derajat C - 30,9 derajat C.
Lihat Banyumas di google Maps, klik 

Senin, 12 Agustus 2013

Paguyuban Wong Penginyongan Ngomong Ngapak

Banyaknya Wong Penginyongan yang menyebar dinegeri ini sehingga membuat warna bagi bangsa ini, namun tidak disadari oleh wong penginyongan sendiri, seharusnya kita menjadi kekuatan untuk membangun eks Karesidenan daerah Banyumas. Wong penginyongan mempuyai karakter jujur / apa adanya sudah pantas menjadi motor penggerak bagi bangsa ini. Sulu Banyumas adalah wilayah perdikan pada saat kerajaan demak dan juga pada saat mataram berkuasa, itu membuktikan bahwa kita punya karakter yang kuat dan diperhitungkan oleh 2 kerajaan tersebut
Adanya sejarah itu,kita sebagai orang Banyumas harus bangga menjadi orang Banyumas, kita sebagian kecil masyarakat membentuk Paguyuban Wong Penginyongan Ngomong Ngapak/ Paguyuban ini untuk silaturakhiim dan melestarikan budaya Banyumas yang sudah tergerus jaman dan budaya barat.

Generasi muda Banyumas kalau merantau akan malu untuk ngomong ngapak di perantauan, mereka menganggap udik dan ketinggalan jaman. Dari hal itu yang penulis temui selama hidup 12 tahun di Jakarta anak muda merasa malu kalau menjadi perhatian kalau bicara bukannya bangga seperti orang Batak dan lainnya.

Paguyuban Wong Penginyongan Ngomong Ngapak berusaha untuk terus menanamkan kepada generasi muda untuk tidak malu dan mau melestarikan Ngomong Ngapak Banyumasan

Kamis, 27 Juni 2013

Wong Penginnyongan Banyak jadi Tokoh Penting

Wong Penginyongan meliputi daerah Banyums, Purbalingga, Cilacap , Banjarnegara, sebagian kebumen adalah daerah perbatasan 2 budaya keraton Ngayogyakarto dan Keraton Pasundan / Pajajaran. eks karisidenan Banyumas mempunyai budaya tersendiri dengan 2 keraton tersebut dan punya budaya tersendiri. sehingga kalau wong penginyongan dipaksa ikut budaya Jawa maka  tentunya akan menghilangkan budaya dan karakter wong penginyongan.

Wong penginyongan mempunyai watak seperti Bawor tegas dalam membela kebenaran, berbicaranya Cablaka / Balaksuta ( jujur apa adanya tidak ditutup-tutupi)

Wong Penginyongan banyak yang menjadi tokoh penting diantaranya : Jendral Sudirman, Jendral Gatot Subroto, Susilo Sudarman, Arya Wiryaatmaja (Pendiri Bank BRI) , Ekonom Soemitro, dan juga banyak yang jadi artis film , pelaak dan lainnya.

Wong Penginyongan harus bangga dan tidak malu untuk Ngomong Ngapak, karena itu budaya kita. justru kalau ada wong penginyongan malu berbicara Banyumasan itu sungguh memalukan.

Rabu, 01 Mei 2013

Selamat Hari Buruh Sedunia Tapi Masih Merana | May Day ~ RARAS WURI MISWANDARU

Selamat Hari Buruh Sedunia Tapi Masih Merana | May Day ~ RARAS WURI MISWANDARU


elamat Hari Buruh , semoga Pemerintah  benar-benar peduli akan kesejahteraan para buruh baik buruh di sektor formal maupun di sektor non formal , Pemerintah jangan hanya membela pengusaha dan keinginan asing saja, rakyat butuh kesejahteraan dan jaminan hidpu yang lebih layak.

Kalau Pemerintah dan Dewan tidak becus urusi rakya dan tidak bisa membela rakyat maka lebih baik mundur jangan hanya memperkaya diri seniri saja rakyat tidak dipikirkan