Selasa, 15 Maret 2016

2016, Kemenkop UKM Targetkan Jumlah Pengusaha Menjadi 2 Persen

Wong Penginyongan. 2016, Kemenkop UKM Targetkan Jumlah Pengusaha Menjadi 2 Persen

Bekerja kantoran di perusahaan besar dan ternama adalah salah satu impian mahasiswa ketika lulus. Inilah yang masih menjadi pemikiran konservatif sebagian besar mahasiswa di Indonesia. Hal inilah yang perlu dirubah. Perlu dipikirkan agar bagaimana mahasiswa ketika lulus untuk menjadi seorang wirausahawan, wirausahawan yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain
Itu yang disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Agus Muharram. Agus menjelaskan, berdasar Data Kemenkop UKM, jumlah wirausahawan di Indonesia melonjak tajam dari 0,24 persen menjadi 1,56 persen dari total populasi penduduk.
"Kemenkop UKM optimistis tahun 2016 ini pertumbuhan wirausahawan akan mencapai ke titik ideal minimal 2 persen," ujar Agus , (Rabu, 9/3/2016).
Dia memberikan contoh, jumlah wirausahawan Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Misalnya Singapura sebesar tujuh persen, Malaysia lima persen, dan Thailand empat persen dari total jumlah penduduk. Sementara negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang bahkan memiliki jumlah pengusaha lebih dari 10 persen dari jumlah populasi.
Meskipun jumlah pengusaha di Indonesia masih minim, namun survey yang dilakukan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada tahun 2013, menunjukkan bahwa keinginan berwirausaha masyarakat Indonesia adalah yang kedua tertinggi di ASEAN setelah Filipina.
“Jiika jumlah wirausaha bisa bertambah maka akan turut mendongkrak ekonomi negara. Wirausaha akan membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian negara,” pungkasnya. (nas)Sumberhttp://www.smartbisnis.co.id/content/read/berita-bisnis/umum/2016-kemenkop-ukm-targetkan-jumlah-pengusaha-menjadi-2-persen-
(***)

Minggu, 13 Maret 2016

Wong Penginyongan Neng Perantauan Peduli Apa Ora?

Wong Penginyongan. Wong Penginyongan Neng Perantauan Peduli Apa Ora?

Wong Penginyongan neng perantauan cukup akeh sing kasebar se Indonesia malah akeh neng luar negeri. Dadi wong Penginongan neng perantauan kudu emut lan kelingan marang daerahe dhewek. Yakuwe kudu melu mbangun wilayah dhewek.

Peduline rika kabeh sing pada neng perantauan, gede banget artine maring kemajuane wilayah Banyumas. Inyong sak kanca bati kepengin njaluk tulung maring rika kabeh wong Banyumas sing neng perantauan. Yakuwe sapa pae sing duwe buku-buku bekas, majalah, buletin, syukur-syukur buku singa anyar bisa disumbangna maring Taman Bacaan Media Cerdik

Aku matur nuwun banget neng rika kabeh gelem peduli karo mbantu inyong sak kanca. Kadar buku bekas sing ora kanggo neng rika bisa digunakna neng desa. Buku kanggo minterna masyarakat desa, lewih-lewih siki wis mlebu masa MEA. sing nuntut wong kudu pada pinter dan terampil

Mangga sing arep ngirim buku anyar apa bekas, majalah, jurnal, buletin lan liaye termasuk alat-alat pendidikan bisa dikirimna maring:

TBM Media Cerdik
Karangduren Desa Purwojati Kec. Purwojati Bnyumas 53175
Kontact person email: donasi20000@yahoo.com

utawa nek akeh bisa tak jukut maring tempate neng perantauan sing penting alamate jelas

Banyumas Tuan Rumah Konggres Bahasa Penginyongan

Wong Penginyongan . BANYUMAS TUAN RUMAH KONGGRES BAHASA PENGINYONGAN


BANYUUMAS : Kabupaten Banyumas akan menjadi tuan rumah konggres pertama bahasa panginyongan, pada tanggal 2-4 Juni mendatang. Hal ini dipastikan setelah para pemrakarsa melakukan audiensi dengan Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, Rabu Sore (8/3/2016) di Sasana Djaka Kahiman Komplek Pendopo Sipanji Purwokerto.
Kepala Bidang Kebudyaan Dinas Pemuda Olah raga kebudayaan dan pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Dra. Rustin Herwanti, M.Si, usai apel pagi Kamis, (10/3/206) menjelaskan bahwa para pemrakarsa yang melakukan audiensi tersebut antara lain Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno, Budayawan Banyumas Achmad Tohari, Lim Kuswintoro Pengusaha Percetakan Kebumen, Akademisi  dari Unes Semarang antara lain Prof Teguh Suprianto, Dr Hadi Sucipto dan Sabrina juga budayawan lokal Wanto Tirta, Bambang Widoro dan juga dan perwakilan Dinas Kebudayaan dari lima Kabupaten Banyumas, Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap.
“Pada prinsipnya Bapak Bupati sepakat Konggres Pertama Basa Penginyongan akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Banyumas” kata Rustin.
Rustin menjelaskan bahwa Bupati Banyumas juga berpesan agar pada kegiatan konggres nanti kesenian dan kebudayaan yang berbau budaya Banyumasan agar ditampikan baik pada ruang pameran maupun pertunjukan seni selama kegiatan berlangsung. 
Rustin menambahkan keputusan diselenggarakannya Kongres I Basa Pengiyongan di Banyumas, menurut para pemrakarsa karena marwah bahasa panginyongan berpusat di Kabupaten Banyumas.
“Dalam pertemuan tersebut, disepakati kongres bahasa menggunakan istilah Konggres Pertama Basa Penginyongan, karena istilah itu yang banyak disebutkan masyarakat mengenai corak bahasa yang digunakan masyarakat Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Cilacap, sebagian Brebes dan sebagian Wonosobo” jelasnya.